DEKANNEWSS - Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, menyampaikan pandangannya mengenai kriteria penilaian Ballon d'Or dalam wawancara lengkap program "Universo Valdano" yang ditayangkan melalui Movistar Plus.
Wawancara tersebut kembali menjadi sorotan setelah cuplikan promosinya beberapa hari sebelumnya menampilkan pernyataan Yamal mengenai penghargaan individu bergengsi tersebut.
Yamal menilai penentuan pemenang Ballon d'Or saat ini berbeda dibandingkan era ketika Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mendominasi persaingan.
"Penghargaan ini dinilai dengan cara yang sama sekali berbeda sekarang. Ketika Messi dan Cristiano ada, semua orang tahu bahwa merekalah yang terbaik di dunia, sehingga penghargaan itu hanya berkisar di antara mereka berdua," ujar Yamal, sebagaimana dikutip Mundo Deportivo.
Menurut Yamal, keberhasilan sebuah tim meraih Liga Champions seharusnya tidak menjadi satu-satunya dasar untuk menentukan pemenang penghargaan individu.
Ia menilai gelar Liga Champions merupakan pencapaian kolektif tim, sedangkan Ballon d'Or semestinya diberikan berdasarkan kualitas pemain secara individual.
Yamal juga membedakan produktivitas gol dengan penilaian terhadap pemain terbaik dunia. Ia mencontohkan, pemain yang mencetak 80 gol sudah memiliki penghargaan pencetak gol terbanyak sebagai bentuk pengakuan atas produktivitasnya.
"Penghargaan itu harus diberikan kepada yang terbaik di dunia dan sudah cukup. Bukan diberikan kepada pemain hanya karena ia mencetak 80 gol, sebab yang mencetak 80 gol menerima penghargaan pencetak gol terbanyak. Ini adalah hal-hal berbeda yang tidak dipahami orang-orang," kata Yamal.
Ia menambahkan, pemain terbaik seharusnya merupakan sosok yang terlihat berbeda saat bermain dan memberikan kenikmatan tersendiri untuk disaksikan.
Yamal berharap Ballon d'Or kembali berfokus pada kualitas individu, bukan hanya jumlah gol atau gelar yang diraih, sehingga penghargaan tersebut dapat mempertahankan nilai sejatinya.
Komentar0