DEKANNEWSS - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menegaskan pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan, termasuk Mal Kota Kasablanka (Kokas), tidak berkaitan dengan isu keamanan yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul masih terpasangnya pagar tinggi di kawasan Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, hingga Sabtu (1/8/2026). Padahal, sebelumnya Gubernur Jakarta Pramono Anung mengimbau agar pagar yang ditinggikan tersebut nantinya dilepas kembali.
Menurut Alphonzus, pemasangan pagar dilakukan semata-mata untuk meningkatkan ketertiban di lingkungan pusat perbelanjaan, bukan sebagai respons terhadap situasi keamanan tertentu.
Ia menjelaskan, sejumlah pusat perbelanjaan berada di kawasan yang kerap menjadi jalur maupun titik berkumpul aksi unjuk rasa. Karena itu, pengelola membutuhkan batas atau perimeter yang jelas agar aktivitas di dalam area mal tetap berjalan tertib.
Sebelumnya, pemasangan pagar tinggi di beberapa mal di Jakarta dan Surabaya menjadi perhatian publik setelah ramai dibahas di media sosial. Sebagian warganet mengaitkan keberadaan pagar tersebut dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi keamanan.
Menanggapi hal itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung memastikan situasi ibu kota tetap aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan.
"Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," ujar Pramono, dikutip dari Antara, Jumat (31/7/2026).
APPBI juga mendorong adanya komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah dan pengelola pusat perbelanjaan agar tidak muncul kesalahpahaman mengenai tujuan pemasangan pagar.
Menurut Alphonzus, pemerintah dapat meminta penjelasan langsung kepada pengelola mal yang memasang pagar sehingga memperoleh informasi secara menyeluruh sebelum mengambil kebijakan atau menyampaikan sikap kepada publik.
"Pemerintah dapat membuka ruang untuk meminta keterangan langsung dari pusat perbelanjaan terkait agar bisa mendapatkan penjelasan yang lebih detail guna mencari keputusan terbaik," kata Alphonzus. (Zat)
Komentar0