TfA8TfriTfGoBSYlTUCoTpz6GA==

Pengamat Sebut Yusuf Kalla Negarawan Pemersatu dan Arsitekt Perdamaian Bangsa

DEKANNEWSS — Jusuf Kalla dinilai sebagai salah satu negarawan paling berpengaruh dalam sejarah politik Indonesia modern. Rekam jejaknya di dunia usaha, pemerintahan, perdamaian nasional, hingga kegiatan sosial-kemanusiaan dinilai menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang utuh dan jarang dimiliki tokoh nasional lain.

Pengamat Kebijakan Publik, Sugiyanto, menilai Jusuf Kalla merupakan figur pemersatu bangsa yang memiliki kemampuan menyelesaikan persoalan nasional secara konkret dan terukur.

“Jusuf Kalla adalah sosok negarawan yang tidak hanya besar karena jabatan, tetapi karena kontribusinya yang nyata bagi bangsa. Beliau memiliki kapasitas lengkap, mulai dari dunia usaha, pemerintahan, diplomasi sosial, hingga kemampuan membangun perdamaian nasional,” kata Sugiyanto dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).

Menurut Sugiyanto, kekuatan utama Jusuf Kalla terletak pada kemampuannya membaca persoalan secara cepat dan menghadirkan solusi yang bisa diterima berbagai pihak.

“Tidak banyak tokoh nasional yang memiliki kemampuan seperti Jusuf Kalla. Beliau tegas, cepat mengambil keputusan, tetapi tetap mampu membangun komunikasi dengan semua kelompok. Itu sebabnya beliau disegani lintas kalangan,” ujarnya.

Lahir di Watampone dan tumbuh besar di Makassar, Jusuf Kalla dikenal sebagai pengusaha sukses asal Bugis-Makassar yang membesarkan Kalla Group menjadi salah satu kelompok usaha nasional di sektor otomotif, logistik, konstruksi, energi, dan infrastruktur.

Sugiyanto mengatakan keberhasilan Jusuf Kalla membangun perusahaan nasional dari kawasan timur Indonesia menjadi simbol penting kebangkitan pengusaha pribumi.

“Pak JK membuktikan bahwa pengusaha nasional dari daerah juga mampu tumbuh menjadi pemain besar di tingkat nasional tanpa kehilangan kepedulian sosial dan semangat kebangsaan,” katanya.

Dalam sektor energi, Kalla Group diketahui terlibat dalam pembangunan sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga air di Sulawesi dan Sumatra dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp30 triliun. Menurut Sugiyanto, kontribusi tersebut merupakan bentuk nyata dukungan swasta terhadap pembangunan nasional.

“Yang dibangun bukan proyek konsumtif, tetapi infrastruktur energi yang dibutuhkan negara. Ini menunjukkan bahwa Jusuf Kalla tidak hanya berpikir tentang bisnis, tetapi juga kepentingan nasional dan keberlanjutan pembangunan,” ucapnya.

Di bidang pemerintahan, Jusuf Kalla memiliki rekam jejak panjang. Ia pernah menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, serta dua kali menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia, masing-masing mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo.

Namun, menurut Sugiyanto, kontribusi terbesar Jusuf Kalla justru terlihat dalam upaya penyelesaian konflik nasional.

Nama Jusuf Kalla tercatat sebagai tokoh penting di balik lahirnya Perjanjian Malino yang menghentikan konflik komunal di Maluku, serta Deklarasi Malino yang menjadi fondasi rekonsiliasi di Poso, Sulawesi Tengah.

Selain itu, ia juga memainkan peran penting dalam proses perdamaian Aceh yang bermuara pada Perjanjian Helsinki antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

“Pak JK memiliki kemampuan membangun kepercayaan di tengah konflik. Beliau bisa diterima semua pihak karena pendekatannya mengutamakan solusi dan kepentingan bangsa. Perdamaian Ambon, Poso, dan Aceh menjadi bukti konkret kapasitas kenegarawanan beliau,” ujar Sugiyanto.

Selain aktif di pemerintahan, Jusuf Kalla juga memimpin sejumlah organisasi strategis nasional. Ia menjabat Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia dan Ketua Umum Palang Merah Indonesia.

Sugiyanto menilai posisi tersebut menunjukkan bahwa pengabdian Jusuf Kalla tidak terbatas pada politik, tetapi juga menyentuh bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.

“Beliau adalah tokoh Islam yang moderat dan inklusif. Jusuf Kalla mampu menempatkan Islam sebagai kekuatan pemersatu bangsa, bukan alat pembelahan sosial-politik. Karena itu beliau diterima luas, baik oleh kelompok Islam, nasionalis, maupun minoritas,” katanya.

Menurut Sugiyanto, kombinasi pengalaman pemerintahan, kekuatan jaringan, kemampuan komunikasi, dan legitimasi sosial menjadikan Jusuf Kalla sebagai salah satu tokoh bangsa yang masih sangat relevan didengar pandangan dan nasihatnya.

“Dalam politik Indonesia, sangat jarang ada tokoh yang lengkap seperti Jusuf Kalla. Beliau bukan hanya politisi atau pengusaha, tetapi negarawan yang memiliki rekam jejak nyata dalam menjaga perdamaian, mendorong pembangunan, dan memperkuat persatuan bangsa,” ujarnya.

Sugiyanto menegaskan bahwa kontribusi Jusuf Kalla layak dicatat dalam sejarah nasional sebagai bagian penting dari proses menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Bangsa ini perlu menghormati tokoh-tokoh yang telah memberikan pengabdian nyata. Jusuf Kalla adalah salah satu sosok yang kontribusinya terukur dan dirasakan langsung oleh masyarakat maupun negara,” pungkasnya.

Komentar0

Type above and press Enter to search.